Minggu, 14 Juni 2015

Pria nomor satu dihidupku ♡

Selamat tanggal lahir pria nomor satu dihidupku, sehat selalu, panjang umur, rezeki yang melimpah  Abah (peluk). Pria yang tak pernah menyakiti ku, pria yang tak pernah letih menuntun ku ke jalan Allah, pria yang selalu mengutamakan pendidikan untuk anak-anak nya termasuk aku, pria yang tak banyak bicara tapi ketika beliau bicara semua anak nya patuh dengan ucapan beliau,   pria yang luar biasa dan pria teristimewa dalam hidup ku. Sehat selalu Abah, sehat selalu Abah.. Diusia yang tak muda lagi 63tahun, diusia yang rambut mulai memutih sem

Rabu, 03 Juni 2015

Pantaskah diri ini mengeluh

Lagi-lagi hari ini rasanya aku sudah tak sanggup lagi untuk melanjutkan semuanya. Terlalu banyak cobaan dan godaan untuk aku mewujudkan impian mereka dan mendapatkan gelar S.Pd. yang selama ini aku sendiri menantinya. Aku lelah Mah, Aku lelah Bah! Rasanya keadaan ini terlalu berat untuk aku lewati saat ini, apa yang harus aku lakukan?  Apa yang harus aku perbuat? Kuliah disemester ini rasanya sudah hampir membuat ku gila karena banyaknya tugas, tenaga dan juga uang untuk melewati semua ini. Andai aku bisa memilih, bisa kah kembalikan aku ke masa kecil. Masa yang tak tau namanya tugas, tanggung jawab dan rasa bersalah ketika gagal.

Tapi hari ini juga ada salah seorang teman yang sama dengan ku masih berusaha mewujudkan mimpi indah Kedua orang tua dan kami sendiri. Ketika kami sama-sama mengerjakan tugas yang luar biasa dan dari Dosen yang luar biasa, saat itu ada ucapak ku yang mulai mengeluh dihadapannya. Dia merepon dan berkata, Lebih lelah siapa mencari uang untuk membiayai hidup dan pendidikan mu selama ini?Rasanya terlalu jahat dan terlalu buruk semua keluh kesah ku saat ini. Ya Rabb, Mamah, Abah maafkan aku. Maafkan anak mu ini  yang masih saja tak sadar diri, masih saja selalu mengeluh.  Dan buat kamu Teman ku, terima kasih atas ucapannya yang hari ini kembali menyadarkan ku.

Semangat Semangat... ({})
Rabu, 03 Juni 2015

Selasa, 02 Juni 2015

Semangat! Kebahagiaan! Abah Mamah

Sudah semester berapa? Tinggal berapa tahun lagi? Itulah yang sering dipertanyakan orang ketika bertemu ku. Ketika ku jawab jalan semester 6 dengan raut muka yang rasanya ingin menyerah, dan insya Allah 2016 lulus. Mereka yang bertanya akan membalas dengan enteng ny, jadi sebentar lagi lulus ya? Iya lulus, tapi apakah ada yang pernah berpikir bagaimana rasanya aku menjalani semua ini. Jujur sampai disemester ini saja rasanya hampir tak sanggup lagi untuk melanjutkan perjuangan mendapatkan ilmu dan gelar S.Pd yang menambah tanggung jawab untuk menjalani kehidupan.
Banyak ekspresi, banyak ucapan kurang berkenan, dan tak luput juga air mata yang ikut keluar bersamaan saat menuntut ilmu ini. Semoga Allah selalu meridhoi langkahku, melancarkan semua urusanku dan memberikan ku kemampuan untuk melewati semuanya..Aamin

Semua yang ku lakukan, yang ku perjuangkan dan yang ku jalani ini hanya untuk Kedua orang tua ku dan keluarga ku yang selalu mendoakan ku, menyemangati ku, dan memberikan segalanya buat ku. Terutama Abah Mamah, yang selalu mendukung untuk aku menuntut ilmu yang mereka inginkan dari ku sebagai bekal untuk menjalani kehidupan dan mereka hanya menginginkan anak-anaknya lebih baik lagi pendidikannya dari pada pendidikan yang telah dilewati mereka (Abah Mamah) tak terkecuali untuk aku. Dan kata-kata yang luar biasa yang pernah terucap oleh Mamah, Kami tak mungkin memberikan mu harta dan kekayaan lainnya, tapi kami berusaha memberikan pendidikan yang bermanfaat untuk kehidupan dan yang akan sangat berguna dibandingkan harta yang akan habis begitu saja. Kata-kata itu ku jadikan sebagai semangat untuk melewati masa kuliah ini, terlebih lagi pada semester ini dan semester yang akan datang.

Sehat selalu Abah, sehat selalu Mamah, lihatlah anak mu lagi berjuang sampai mendapatkan ilmu dan gelar S.Pd. yang kalian inginkan. Dan nantikanlah saat dimana anak terakhir mu ini berteriak dari depan pintu rumah "Abah Mamah ulun lulus kuliah, ini semua untuk Pian bedua. Dan nantikanlah saat anak mu ini betkata "Abah Mamah ini duit buat pian, dan Abah Mamah kita naik haji bersama. Aamiin, aamiin! Ijabah doa ku Ya Rabb.. Panjangkan umur kedua orang tua ku.

Abah Mamah... ♡♡♡♡♡♡♡♡ Tak akan pernah terbalaskan apa yang kalian berikan untuk ku, anak terakhir yang selalu merepotkan kalian. Sehat Bah, Sehat Mah ({})

Selasa, 02 Juni 2015
Hanya ingin bahagia... iya, siapa yang tidak menginginkan itu dan aku pun demikian.

Senin, 18 Mei 2015

Kembali teringat kamu dengan rasa yang sama

Mendengar lantunan ayat suci Al-qur'an yang saat senja hari ini berkumandang membuat ku kembali mengingatkan akan sosok orang yang menurutku luar biasa, orang yang tak tau apa masih memiliki hati nurani, orang yang telah mematahkan perasaanku, orang yang tak bisa aku lupakan, orang yang membuat ku lupa bagaimana caranya  jatuh cinta, dan orang yang membuat ku tak tau cara membahagiakan diri sendiri. Itu kamu, iya kamu! Entah kebodohan ku dalam menyikapi hidup atau karena rasa sayang  ku yang membuat semuanya terjadi seperti ini. Ada kalanya aku berpikir untuk hidup kembali normal (bahagia) seperti sebelum mengenalmu, tapi usahaku semuanya seakan sia-sia dan tak ada hasilnya sama sekali. Kamu terlalu dalam tumbuh dipikiran ku, kamu terlalu dalam masuk ke relung hati ku. Sampai aku lupa atau bahkan tak tau lagi bagaimana mengembalikan keadaan seperti semula.

Tolong aku... Tolong kamu keluar dari pikiran ku. Tolong kamu keluar dari hati ku. Kamu tak pernah merasakan bagaimana keadaan ku melewati dua tahun terakhir ini.

Aku lelah, aku benci, aku sakit... Dengan keadaan yang tak tau kapan berakhirnya dan berganti dengan kebahagiaan yang selama ini ku tunggu-tunggu, satu hal yang harus kamu tau aku tak pernah menyesal telah mengenal dan akrab dengan mu walau sekarang hanya sakit yang ku rasa sampai detik ini. Hari-hari mampu ku lewati dengan susah payah dan berusaha terlihat selalu bahagia didepan mereka, itu semua ku lakukan salah satunya untuk kamu dan untuk mereka yang tak pernah tau bagaimana rasa sakit serta tidak nyamannya hidup ku setelah kepergianmu. Dan mungkin ada saatnya mereka tau kesedihan itu ada, walau aku selalu berusaha tegar dan kuat untuk menutupi semua yang ku rasa.


Untuk diri mu yang selalu ada dalam do'a ku, untuk diri mu ciptaan Allah yang selalu ku nanti.

Dari aku wanita yang tak pernah memiliki arti dihidupmu.

Kamis, 16 April 2015

Kamu orangnya

April... April... Yahh teringat lagi dikeadaan dua tahun yang lalu. Ini detik-detik dimana kamu tak ada kabar, kamu tak ada ngerespon sms atau telpon dan kamu pergi menjauhi ku. Selamat dua tahun berpisah Yu, selamat bahagia...
Banyak yang bilang "Buat apa aku mengingat mu, kamu aja sudah lupa dengan ku. Bahkan seperti orang yang tak pernah mengenal saat kita berpapasan dijalan, apakah kamu tau Yu? Itu sakit, sesakit saat kamu tak ada kabar selama ini.

Diri ini mengerti kalau aku bukan siapa-siapa kamu, tapi setidaknya hargailah pertemanan KITA... kamu juga pernah bilangkan, kalau hubungan  "Pertemanan" tak akan pernah berakhir walau apa pun yang terjadi? Mana kata-kata mu itu, mana... Buktikan sekarang, aku perlu itu.. iya, aku perlu kekuatan dari kamu. Teman yang luar biasa yang pernah ku miliki, teman yang lebih dari sekedar teman.. Orang yang ku rasa spesial sampai detik ini, luar biasa pengaruh mu buat kehidupan ku. Tapi nyatanya kamu terlalu singkat bertahan dikehidupan ku.
Bisakah bertahan lebih lama? Setidaknya sampai aku lupa bagaimana rasanya kehilangan.

22 April 2013 - 22 April 2015
Kamu orangnya... Orang yang ku tunggu di depan rumah, Orang yang ku tunggu diujung telpon, Orang yang ku tunggu disisa lelap malam ku.
Doa ku hanya satu, bisa baik seperti dulu lagi.

Nyatanya...
Kapan Bisa Baik Lagi Yu?

Senin, 13 April 2015

Masih dengan hati 2 tahun yang lalu

April..... Wahhh, muncul lagi nih cerita dua tahun yang lalu -_-! Bagaimana kabar mu? Bagaimana suasana hati mu saat ini? Pasti semuanya istimewakan.