Minggu, 01 Maret 2015

Apa yang membuat kamu berubah

Lagi-lagi aku melihatmu di sore ini dengan senyum yang tidak dapat ku mengerti apa maksud dibalik senyuman itu. Selamat bekerja ya, hati-hati bekerjanya. Dulu saat kita baik-baik saja aku sering mengirim pesan singkat itu ke kamu, walau sering tidak mendapat respon balik. Tapi aku cukup senang melakukannya, karena aku tulus mengirim pesan itu hanya untuk mu.
Hampir dua tahun kita tak bertegur sapa seperti dulu, aku tak tahu sampai sekarang apa yang membuat semua ini terjadi. Aku ingin tahu alasan itu, aku ingin memperbaiki semuanya dan berharap kita dapat seperti dulu. Berteman yang dipertemukan oleh keadaan  dimana aku waktu itu sebagai kekasih temanmu, pertama kita kenal aku hanya tahu kamu dari temanmu itu. Kamu sangat akrab dengannya, kamu sering diceritakannya ke aku tentang pertemanan mungkin bisa disebut persahabatan antara kamu dan dia.
Kamu ingat, pertemanan kita yang tidak diketahui oleh teman mu yang tak lain adalah kekasih ku dulu berawal dari mana? Aku yakin kamu pasti tak ingat dan tak ingin mengingatnya. Kita semakin kenal saat kamu meminta nomer hp ku lewat "Facebook", tanpa pikir panjang dan dengan sangat bersemangat dan bahagia aku langsung memberikan nomer ku ke kamu. Saat itulah awal aku mengenal kamu secara langsung, kamu baik, kamu tampan, kamu mampu membuat wanita didekatmu bahagia dan yang paling aku suka dan membuat adanya rasa berbeda adalah kamu begitu alim untuk ukuran anak muda saat ini. Semoga selamanya seperti itu dan apa kamu tahu? Aku menyukai semua dari mu.

Dan kamu ingat saat kita pernah jalan bersama untuk pertama kali dan terakhir kalinya. Aku sangat menanti-nanti keadaan itu dan akhirnya aku diberi kesempatan itu. Aku masih mengingat semuanya saat dengan mu dari yang hal sangat kecil. Kamu ingat, saat kita dijalan pulang ada sekelompok anak ayam dan induknya berjalan di tengah jalan yang akan kita lewati, entah kenapa satu anak ayam itu jalannya tertinggal dari yang lain dan induk ayamnya pun berkoko seperti berteriak melindungi anak-anaknya. Kata kamu, "itu mamanya ayam bilang sama anaknya kalo hati-hati jalannya". Apa kamu ingat semua itu? Aku juga ingat dimana kejadian itu, yaitu dijalan Tinggiran.

Sekarang semuanya berbeda, kita seakan tak pernah mengenal. Salah apa aku? Beri tahu aku, aku ingin memperbaiki semuanya yang tidak kamu suka dari ku. Aku berharap kamu bisa seperti dulu. Bisakah kamu seperti dulu lagi?? Mungkin selamanya aku tak akan mengetahui alasanmu dan kamu pun mana mungkin tau kalau aku menulis ini untuk mu kali ini

Buat kamu yang selalu bilang Pintar untuk ku, walau aku sering terlihat bodoh dihadapanmu.


Tamban, Senin 02 Maret 2015

"Bisakah kamu seperti dulu?! Wahyu"