Senin, 18 Mei 2015

Kembali teringat kamu dengan rasa yang sama

Mendengar lantunan ayat suci Al-qur'an yang saat senja hari ini berkumandang membuat ku kembali mengingatkan akan sosok orang yang menurutku luar biasa, orang yang tak tau apa masih memiliki hati nurani, orang yang telah mematahkan perasaanku, orang yang tak bisa aku lupakan, orang yang membuat ku lupa bagaimana caranya  jatuh cinta, dan orang yang membuat ku tak tau cara membahagiakan diri sendiri. Itu kamu, iya kamu! Entah kebodohan ku dalam menyikapi hidup atau karena rasa sayang  ku yang membuat semuanya terjadi seperti ini. Ada kalanya aku berpikir untuk hidup kembali normal (bahagia) seperti sebelum mengenalmu, tapi usahaku semuanya seakan sia-sia dan tak ada hasilnya sama sekali. Kamu terlalu dalam tumbuh dipikiran ku, kamu terlalu dalam masuk ke relung hati ku. Sampai aku lupa atau bahkan tak tau lagi bagaimana mengembalikan keadaan seperti semula.

Tolong aku... Tolong kamu keluar dari pikiran ku. Tolong kamu keluar dari hati ku. Kamu tak pernah merasakan bagaimana keadaan ku melewati dua tahun terakhir ini.

Aku lelah, aku benci, aku sakit... Dengan keadaan yang tak tau kapan berakhirnya dan berganti dengan kebahagiaan yang selama ini ku tunggu-tunggu, satu hal yang harus kamu tau aku tak pernah menyesal telah mengenal dan akrab dengan mu walau sekarang hanya sakit yang ku rasa sampai detik ini. Hari-hari mampu ku lewati dengan susah payah dan berusaha terlihat selalu bahagia didepan mereka, itu semua ku lakukan salah satunya untuk kamu dan untuk mereka yang tak pernah tau bagaimana rasa sakit serta tidak nyamannya hidup ku setelah kepergianmu. Dan mungkin ada saatnya mereka tau kesedihan itu ada, walau aku selalu berusaha tegar dan kuat untuk menutupi semua yang ku rasa.


Untuk diri mu yang selalu ada dalam do'a ku, untuk diri mu ciptaan Allah yang selalu ku nanti.

Dari aku wanita yang tak pernah memiliki arti dihidupmu.