Selamat tanggal lahir pria nomor satu dihidupku, sehat selalu, panjang umur, rezeki yang melimpah Abah (peluk). Pria yang tak pernah menyakiti ku, pria yang tak pernah letih menuntun ku ke jalan Allah, pria yang selalu mengutamakan pendidikan untuk anak-anak nya termasuk aku, pria yang tak banyak bicara tapi ketika beliau bicara semua anak nya patuh dengan ucapan beliau, pria yang luar biasa dan pria teristimewa dalam hidup ku. Sehat selalu Abah, sehat selalu Abah.. Diusia yang tak muda lagi 63tahun, diusia yang rambut mulai memutih sem
Minggu, 14 Juni 2015
Rabu, 03 Juni 2015
Pantaskah diri ini mengeluh
Lagi-lagi hari ini rasanya aku sudah tak sanggup lagi untuk melanjutkan semuanya. Terlalu banyak cobaan dan godaan untuk aku mewujudkan impian mereka dan mendapatkan gelar S.Pd. yang selama ini aku sendiri menantinya. Aku lelah Mah, Aku lelah Bah! Rasanya keadaan ini terlalu berat untuk aku lewati saat ini, apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku perbuat? Kuliah disemester ini rasanya sudah hampir membuat ku gila karena banyaknya tugas, tenaga dan juga uang untuk melewati semua ini. Andai aku bisa memilih, bisa kah kembalikan aku ke masa kecil. Masa yang tak tau namanya tugas, tanggung jawab dan rasa bersalah ketika gagal.
Tapi hari ini juga ada salah seorang teman yang sama dengan ku masih berusaha mewujudkan mimpi indah Kedua orang tua dan kami sendiri. Ketika kami sama-sama mengerjakan tugas yang luar biasa dan dari Dosen yang luar biasa, saat itu ada ucapak ku yang mulai mengeluh dihadapannya. Dia merepon dan berkata, Lebih lelah siapa mencari uang untuk membiayai hidup dan pendidikan mu selama ini?Rasanya terlalu jahat dan terlalu buruk semua keluh kesah ku saat ini. Ya Rabb, Mamah, Abah maafkan aku. Maafkan anak mu ini yang masih saja tak sadar diri, masih saja selalu mengeluh. Dan buat kamu Teman ku, terima kasih atas ucapannya yang hari ini kembali menyadarkan ku.
Semangat Semangat... ({})
Rabu, 03 Juni 2015
Tapi hari ini juga ada salah seorang teman yang sama dengan ku masih berusaha mewujudkan mimpi indah Kedua orang tua dan kami sendiri. Ketika kami sama-sama mengerjakan tugas yang luar biasa dan dari Dosen yang luar biasa, saat itu ada ucapak ku yang mulai mengeluh dihadapannya. Dia merepon dan berkata, Lebih lelah siapa mencari uang untuk membiayai hidup dan pendidikan mu selama ini?Rasanya terlalu jahat dan terlalu buruk semua keluh kesah ku saat ini. Ya Rabb, Mamah, Abah maafkan aku. Maafkan anak mu ini yang masih saja tak sadar diri, masih saja selalu mengeluh. Dan buat kamu Teman ku, terima kasih atas ucapannya yang hari ini kembali menyadarkan ku.
Semangat Semangat... ({})
Rabu, 03 Juni 2015
Selasa, 02 Juni 2015
Semangat! Kebahagiaan! Abah Mamah
Sudah semester berapa? Tinggal berapa tahun lagi? Itulah yang sering dipertanyakan orang ketika bertemu ku. Ketika ku jawab jalan semester 6 dengan raut muka yang rasanya ingin menyerah, dan insya Allah 2016 lulus. Mereka yang bertanya akan membalas dengan enteng ny, jadi sebentar lagi lulus ya? Iya lulus, tapi apakah ada yang pernah berpikir bagaimana rasanya aku menjalani semua ini. Jujur sampai disemester ini saja rasanya hampir tak sanggup lagi untuk melanjutkan perjuangan mendapatkan ilmu dan gelar S.Pd yang menambah tanggung jawab untuk menjalani kehidupan.
Banyak ekspresi, banyak ucapan kurang berkenan, dan tak luput juga air mata yang ikut keluar bersamaan saat menuntut ilmu ini. Semoga Allah selalu meridhoi langkahku, melancarkan semua urusanku dan memberikan ku kemampuan untuk melewati semuanya..Aamin
Semua yang ku lakukan, yang ku perjuangkan dan yang ku jalani ini hanya untuk Kedua orang tua ku dan keluarga ku yang selalu mendoakan ku, menyemangati ku, dan memberikan segalanya buat ku. Terutama Abah Mamah, yang selalu mendukung untuk aku menuntut ilmu yang mereka inginkan dari ku sebagai bekal untuk menjalani kehidupan dan mereka hanya menginginkan anak-anaknya lebih baik lagi pendidikannya dari pada pendidikan yang telah dilewati mereka (Abah Mamah) tak terkecuali untuk aku. Dan kata-kata yang luar biasa yang pernah terucap oleh Mamah, Kami tak mungkin memberikan mu harta dan kekayaan lainnya, tapi kami berusaha memberikan pendidikan yang bermanfaat untuk kehidupan dan yang akan sangat berguna dibandingkan harta yang akan habis begitu saja. Kata-kata itu ku jadikan sebagai semangat untuk melewati masa kuliah ini, terlebih lagi pada semester ini dan semester yang akan datang.
Sehat selalu Abah, sehat selalu Mamah, lihatlah anak mu lagi berjuang sampai mendapatkan ilmu dan gelar S.Pd. yang kalian inginkan. Dan nantikanlah saat dimana anak terakhir mu ini berteriak dari depan pintu rumah "Abah Mamah ulun lulus kuliah, ini semua untuk Pian bedua. Dan nantikanlah saat anak mu ini betkata "Abah Mamah ini duit buat pian, dan Abah Mamah kita naik haji bersama. Aamiin, aamiin! Ijabah doa ku Ya Rabb.. Panjangkan umur kedua orang tua ku.
Abah Mamah... ♡♡♡♡♡♡♡♡ Tak akan pernah terbalaskan apa yang kalian berikan untuk ku, anak terakhir yang selalu merepotkan kalian. Sehat Bah, Sehat Mah ({})
Selasa, 02 Juni 2015
Banyak ekspresi, banyak ucapan kurang berkenan, dan tak luput juga air mata yang ikut keluar bersamaan saat menuntut ilmu ini. Semoga Allah selalu meridhoi langkahku, melancarkan semua urusanku dan memberikan ku kemampuan untuk melewati semuanya..Aamin
Semua yang ku lakukan, yang ku perjuangkan dan yang ku jalani ini hanya untuk Kedua orang tua ku dan keluarga ku yang selalu mendoakan ku, menyemangati ku, dan memberikan segalanya buat ku. Terutama Abah Mamah, yang selalu mendukung untuk aku menuntut ilmu yang mereka inginkan dari ku sebagai bekal untuk menjalani kehidupan dan mereka hanya menginginkan anak-anaknya lebih baik lagi pendidikannya dari pada pendidikan yang telah dilewati mereka (Abah Mamah) tak terkecuali untuk aku. Dan kata-kata yang luar biasa yang pernah terucap oleh Mamah, Kami tak mungkin memberikan mu harta dan kekayaan lainnya, tapi kami berusaha memberikan pendidikan yang bermanfaat untuk kehidupan dan yang akan sangat berguna dibandingkan harta yang akan habis begitu saja. Kata-kata itu ku jadikan sebagai semangat untuk melewati masa kuliah ini, terlebih lagi pada semester ini dan semester yang akan datang.
Sehat selalu Abah, sehat selalu Mamah, lihatlah anak mu lagi berjuang sampai mendapatkan ilmu dan gelar S.Pd. yang kalian inginkan. Dan nantikanlah saat dimana anak terakhir mu ini berteriak dari depan pintu rumah "Abah Mamah ulun lulus kuliah, ini semua untuk Pian bedua. Dan nantikanlah saat anak mu ini betkata "Abah Mamah ini duit buat pian, dan Abah Mamah kita naik haji bersama. Aamiin, aamiin! Ijabah doa ku Ya Rabb.. Panjangkan umur kedua orang tua ku.
Abah Mamah... ♡♡♡♡♡♡♡♡ Tak akan pernah terbalaskan apa yang kalian berikan untuk ku, anak terakhir yang selalu merepotkan kalian. Sehat Bah, Sehat Mah ({})
Selasa, 02 Juni 2015
Senin, 18 Mei 2015
Kembali teringat kamu dengan rasa yang sama
Mendengar lantunan ayat suci Al-qur'an yang saat senja hari ini berkumandang membuat ku kembali mengingatkan akan sosok orang yang menurutku luar biasa, orang yang tak tau apa masih memiliki hati nurani, orang yang telah mematahkan perasaanku, orang yang tak bisa aku lupakan, orang yang membuat ku lupa bagaimana caranya jatuh cinta, dan orang yang membuat ku tak tau cara membahagiakan diri sendiri. Itu kamu, iya kamu! Entah kebodohan ku dalam menyikapi hidup atau karena rasa sayang ku yang membuat semuanya terjadi seperti ini. Ada kalanya aku berpikir untuk hidup kembali normal (bahagia) seperti sebelum mengenalmu, tapi usahaku semuanya seakan sia-sia dan tak ada hasilnya sama sekali. Kamu terlalu dalam tumbuh dipikiran ku, kamu terlalu dalam masuk ke relung hati ku. Sampai aku lupa atau bahkan tak tau lagi bagaimana mengembalikan keadaan seperti semula.
Tolong aku... Tolong kamu keluar dari pikiran ku. Tolong kamu keluar dari hati ku. Kamu tak pernah merasakan bagaimana keadaan ku melewati dua tahun terakhir ini.
Aku lelah, aku benci, aku sakit... Dengan keadaan yang tak tau kapan berakhirnya dan berganti dengan kebahagiaan yang selama ini ku tunggu-tunggu, satu hal yang harus kamu tau aku tak pernah menyesal telah mengenal dan akrab dengan mu walau sekarang hanya sakit yang ku rasa sampai detik ini. Hari-hari mampu ku lewati dengan susah payah dan berusaha terlihat selalu bahagia didepan mereka, itu semua ku lakukan salah satunya untuk kamu dan untuk mereka yang tak pernah tau bagaimana rasa sakit serta tidak nyamannya hidup ku setelah kepergianmu. Dan mungkin ada saatnya mereka tau kesedihan itu ada, walau aku selalu berusaha tegar dan kuat untuk menutupi semua yang ku rasa.
Untuk diri mu yang selalu ada dalam do'a ku, untuk diri mu ciptaan Allah yang selalu ku nanti.
Dari aku wanita yang tak pernah memiliki arti dihidupmu.
Tolong aku... Tolong kamu keluar dari pikiran ku. Tolong kamu keluar dari hati ku. Kamu tak pernah merasakan bagaimana keadaan ku melewati dua tahun terakhir ini.
Aku lelah, aku benci, aku sakit... Dengan keadaan yang tak tau kapan berakhirnya dan berganti dengan kebahagiaan yang selama ini ku tunggu-tunggu, satu hal yang harus kamu tau aku tak pernah menyesal telah mengenal dan akrab dengan mu walau sekarang hanya sakit yang ku rasa sampai detik ini. Hari-hari mampu ku lewati dengan susah payah dan berusaha terlihat selalu bahagia didepan mereka, itu semua ku lakukan salah satunya untuk kamu dan untuk mereka yang tak pernah tau bagaimana rasa sakit serta tidak nyamannya hidup ku setelah kepergianmu. Dan mungkin ada saatnya mereka tau kesedihan itu ada, walau aku selalu berusaha tegar dan kuat untuk menutupi semua yang ku rasa.
Untuk diri mu yang selalu ada dalam do'a ku, untuk diri mu ciptaan Allah yang selalu ku nanti.
Dari aku wanita yang tak pernah memiliki arti dihidupmu.
Kamis, 16 April 2015
Kamu orangnya
April... April... Yahh teringat lagi dikeadaan dua tahun yang lalu. Ini detik-detik dimana kamu tak ada kabar, kamu tak ada ngerespon sms atau telpon dan kamu pergi menjauhi ku. Selamat dua tahun berpisah Yu, selamat bahagia...
Banyak yang bilang "Buat apa aku mengingat mu, kamu aja sudah lupa dengan ku. Bahkan seperti orang yang tak pernah mengenal saat kita berpapasan dijalan, apakah kamu tau Yu? Itu sakit, sesakit saat kamu tak ada kabar selama ini.
Diri ini mengerti kalau aku bukan siapa-siapa kamu, tapi setidaknya hargailah pertemanan KITA... kamu juga pernah bilangkan, kalau hubungan "Pertemanan" tak akan pernah berakhir walau apa pun yang terjadi? Mana kata-kata mu itu, mana... Buktikan sekarang, aku perlu itu.. iya, aku perlu kekuatan dari kamu. Teman yang luar biasa yang pernah ku miliki, teman yang lebih dari sekedar teman.. Orang yang ku rasa spesial sampai detik ini, luar biasa pengaruh mu buat kehidupan ku. Tapi nyatanya kamu terlalu singkat bertahan dikehidupan ku.
Bisakah bertahan lebih lama? Setidaknya sampai aku lupa bagaimana rasanya kehilangan.
22 April 2013 - 22 April 2015
Kamu orangnya... Orang yang ku tunggu di depan rumah, Orang yang ku tunggu diujung telpon, Orang yang ku tunggu disisa lelap malam ku.
Doa ku hanya satu, bisa baik seperti dulu lagi.
Nyatanya...
Kapan Bisa Baik Lagi Yu?
Banyak yang bilang "Buat apa aku mengingat mu, kamu aja sudah lupa dengan ku. Bahkan seperti orang yang tak pernah mengenal saat kita berpapasan dijalan, apakah kamu tau Yu? Itu sakit, sesakit saat kamu tak ada kabar selama ini.
Diri ini mengerti kalau aku bukan siapa-siapa kamu, tapi setidaknya hargailah pertemanan KITA... kamu juga pernah bilangkan, kalau hubungan "Pertemanan" tak akan pernah berakhir walau apa pun yang terjadi? Mana kata-kata mu itu, mana... Buktikan sekarang, aku perlu itu.. iya, aku perlu kekuatan dari kamu. Teman yang luar biasa yang pernah ku miliki, teman yang lebih dari sekedar teman.. Orang yang ku rasa spesial sampai detik ini, luar biasa pengaruh mu buat kehidupan ku. Tapi nyatanya kamu terlalu singkat bertahan dikehidupan ku.
Bisakah bertahan lebih lama? Setidaknya sampai aku lupa bagaimana rasanya kehilangan.
22 April 2013 - 22 April 2015
Kamu orangnya... Orang yang ku tunggu di depan rumah, Orang yang ku tunggu diujung telpon, Orang yang ku tunggu disisa lelap malam ku.
Doa ku hanya satu, bisa baik seperti dulu lagi.
Nyatanya...
Kapan Bisa Baik Lagi Yu?
Senin, 13 April 2015
Masih dengan hati 2 tahun yang lalu
April..... Wahhh, muncul lagi nih cerita dua tahun yang lalu -_-! Bagaimana kabar mu? Bagaimana suasana hati mu saat ini? Pasti semuanya istimewakan.
Rabu, 01 April 2015
Ini Rasanya Ppl 1 #emotnangis
Akhirnya... Ya, akhirnya yang ditunggu di semester ini terjadi juga! PPL 1... Eng i eng :)
Dulu mikirnya, bagaimana rasanya Ppl 1... Sekarang mengalaminya, hari ini hari ke 4 Ppl 1 di SMP dimulai tanggal 30 Maret sampai 06 April 2015 (berhubung jum'at libur, jadi hari senin dua kali). Tempat Ppl dapat bagian di SMP N 14 Banjarmasin, sekolah yang memiliki akreditasi A dan murid sekitar 600 orang lebih serta disana menampung anak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) yang ingin bersekolah disana sebanyak 32 orang #luarbiasa. Murid ABK memiliki pendamping dalam belajar untuk setiap ABK dan kelasnya pun di gabung dengan murid biasa.. Bagaimana mereka ABK belajarnya?? Aku sendiri masih bingung cara guru-guru menghadapinya..
Kembali ke cerita Ppl 1... Sekolahan tempat Ppl ini lumayan besar dan sudah cukup tua umurnya, prestasi mereka pun tak kalah dengan sekolah lainnya. Di siplin masuk paginya pun lumayan, karena tiap pagi Kepala Sekolahnya langsung yang menunggu di depan pagar, jadi apa bila sudah jam 7.30 maka pagar langsung di tutup. Untung nya tak pernah telat :D
Terimakasih banyak SMP N 14 atas kerjasamanya
Dulu mikirnya, bagaimana rasanya Ppl 1... Sekarang mengalaminya, hari ini hari ke 4 Ppl 1 di SMP dimulai tanggal 30 Maret sampai 06 April 2015 (berhubung jum'at libur, jadi hari senin dua kali). Tempat Ppl dapat bagian di SMP N 14 Banjarmasin, sekolah yang memiliki akreditasi A dan murid sekitar 600 orang lebih serta disana menampung anak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) yang ingin bersekolah disana sebanyak 32 orang #luarbiasa. Murid ABK memiliki pendamping dalam belajar untuk setiap ABK dan kelasnya pun di gabung dengan murid biasa.. Bagaimana mereka ABK belajarnya?? Aku sendiri masih bingung cara guru-guru menghadapinya..
Kembali ke cerita Ppl 1... Sekolahan tempat Ppl ini lumayan besar dan sudah cukup tua umurnya, prestasi mereka pun tak kalah dengan sekolah lainnya. Di siplin masuk paginya pun lumayan, karena tiap pagi Kepala Sekolahnya langsung yang menunggu di depan pagar, jadi apa bila sudah jam 7.30 maka pagar langsung di tutup. Untung nya tak pernah telat :D
Terimakasih banyak SMP N 14 atas kerjasamanya
Minggu, 01 Maret 2015
Apa yang membuat kamu berubah
Lagi-lagi aku melihatmu di sore ini dengan senyum yang tidak dapat ku mengerti apa maksud dibalik senyuman itu. Selamat bekerja ya, hati-hati bekerjanya. Dulu saat kita baik-baik saja aku sering mengirim pesan singkat itu ke kamu, walau sering tidak mendapat respon balik. Tapi aku cukup senang melakukannya, karena aku tulus mengirim pesan itu hanya untuk mu.
Hampir dua tahun kita tak bertegur sapa seperti dulu, aku tak tahu sampai sekarang apa yang membuat semua ini terjadi. Aku ingin tahu alasan itu, aku ingin memperbaiki semuanya dan berharap kita dapat seperti dulu. Berteman yang dipertemukan oleh keadaan dimana aku waktu itu sebagai kekasih temanmu, pertama kita kenal aku hanya tahu kamu dari temanmu itu. Kamu sangat akrab dengannya, kamu sering diceritakannya ke aku tentang pertemanan mungkin bisa disebut persahabatan antara kamu dan dia.
Kamu ingat, pertemanan kita yang tidak diketahui oleh teman mu yang tak lain adalah kekasih ku dulu berawal dari mana? Aku yakin kamu pasti tak ingat dan tak ingin mengingatnya. Kita semakin kenal saat kamu meminta nomer hp ku lewat "Facebook", tanpa pikir panjang dan dengan sangat bersemangat dan bahagia aku langsung memberikan nomer ku ke kamu. Saat itulah awal aku mengenal kamu secara langsung, kamu baik, kamu tampan, kamu mampu membuat wanita didekatmu bahagia dan yang paling aku suka dan membuat adanya rasa berbeda adalah kamu begitu alim untuk ukuran anak muda saat ini. Semoga selamanya seperti itu dan apa kamu tahu? Aku menyukai semua dari mu.
Dan kamu ingat saat kita pernah jalan bersama untuk pertama kali dan terakhir kalinya. Aku sangat menanti-nanti keadaan itu dan akhirnya aku diberi kesempatan itu. Aku masih mengingat semuanya saat dengan mu dari yang hal sangat kecil. Kamu ingat, saat kita dijalan pulang ada sekelompok anak ayam dan induknya berjalan di tengah jalan yang akan kita lewati, entah kenapa satu anak ayam itu jalannya tertinggal dari yang lain dan induk ayamnya pun berkoko seperti berteriak melindungi anak-anaknya. Kata kamu, "itu mamanya ayam bilang sama anaknya kalo hati-hati jalannya". Apa kamu ingat semua itu? Aku juga ingat dimana kejadian itu, yaitu dijalan Tinggiran.
Sekarang semuanya berbeda, kita seakan tak pernah mengenal. Salah apa aku? Beri tahu aku, aku ingin memperbaiki semuanya yang tidak kamu suka dari ku. Aku berharap kamu bisa seperti dulu. Bisakah kamu seperti dulu lagi?? Mungkin selamanya aku tak akan mengetahui alasanmu dan kamu pun mana mungkin tau kalau aku menulis ini untuk mu kali ini
Buat kamu yang selalu bilang Pintar untuk ku, walau aku sering terlihat bodoh dihadapanmu.
Tamban, Senin 02 Maret 2015
"Bisakah kamu seperti dulu?! Wahyu"
Hampir dua tahun kita tak bertegur sapa seperti dulu, aku tak tahu sampai sekarang apa yang membuat semua ini terjadi. Aku ingin tahu alasan itu, aku ingin memperbaiki semuanya dan berharap kita dapat seperti dulu. Berteman yang dipertemukan oleh keadaan dimana aku waktu itu sebagai kekasih temanmu, pertama kita kenal aku hanya tahu kamu dari temanmu itu. Kamu sangat akrab dengannya, kamu sering diceritakannya ke aku tentang pertemanan mungkin bisa disebut persahabatan antara kamu dan dia.
Kamu ingat, pertemanan kita yang tidak diketahui oleh teman mu yang tak lain adalah kekasih ku dulu berawal dari mana? Aku yakin kamu pasti tak ingat dan tak ingin mengingatnya. Kita semakin kenal saat kamu meminta nomer hp ku lewat "Facebook", tanpa pikir panjang dan dengan sangat bersemangat dan bahagia aku langsung memberikan nomer ku ke kamu. Saat itulah awal aku mengenal kamu secara langsung, kamu baik, kamu tampan, kamu mampu membuat wanita didekatmu bahagia dan yang paling aku suka dan membuat adanya rasa berbeda adalah kamu begitu alim untuk ukuran anak muda saat ini. Semoga selamanya seperti itu dan apa kamu tahu? Aku menyukai semua dari mu.
Dan kamu ingat saat kita pernah jalan bersama untuk pertama kali dan terakhir kalinya. Aku sangat menanti-nanti keadaan itu dan akhirnya aku diberi kesempatan itu. Aku masih mengingat semuanya saat dengan mu dari yang hal sangat kecil. Kamu ingat, saat kita dijalan pulang ada sekelompok anak ayam dan induknya berjalan di tengah jalan yang akan kita lewati, entah kenapa satu anak ayam itu jalannya tertinggal dari yang lain dan induk ayamnya pun berkoko seperti berteriak melindungi anak-anaknya. Kata kamu, "itu mamanya ayam bilang sama anaknya kalo hati-hati jalannya". Apa kamu ingat semua itu? Aku juga ingat dimana kejadian itu, yaitu dijalan Tinggiran.
Sekarang semuanya berbeda, kita seakan tak pernah mengenal. Salah apa aku? Beri tahu aku, aku ingin memperbaiki semuanya yang tidak kamu suka dari ku. Aku berharap kamu bisa seperti dulu. Bisakah kamu seperti dulu lagi?? Mungkin selamanya aku tak akan mengetahui alasanmu dan kamu pun mana mungkin tau kalau aku menulis ini untuk mu kali ini
Buat kamu yang selalu bilang Pintar untuk ku, walau aku sering terlihat bodoh dihadapanmu.
Tamban, Senin 02 Maret 2015
"Bisakah kamu seperti dulu?! Wahyu"
Sabtu, 28 Februari 2015
Teman diujung telpon
Akhir-akhir ini lagi ingat sama teman yang selalu berusaha ada buatku, yang selalu menghibur ku lewat telpon dimalam harinya dan telinga yang selalu mendengarkan semua hal dariku yang biasa aja sampai hal yang tidak penting. Heyy... Kamu? Iya, kamu. Bagaimana kabar kamu sekarang?, Aku kangen kamu! Rasanya pengen banget aku bilang seperti itu ke kamu. Tapi, sekarang rasanya sudah tak mungkin lagi. Aku bukan teman kamu seperti dulu lagi, aku bukan orang yang kamu anggap spesial seperti dulu "mungkin". Saat ini kamu sudah berada di keadaan yang lebih baik dari sesudah kenal dan berteman dengan ku, iyakan? Pasti iya.
Selain ingin tau kabar kamu, aku juga ingin mendengar lagu ciptaanmu yang katanya sekarang sudah bisa didengar. Mana? Kenapa tak memperdengarkan impian (lagu) yang selama ini kamu bangga-banggakan ke aku saat kita berteman diujung telpon dulu?! Aku hanya ingin ikut mendengar, walau sekarang mungkin mendengar itu lagu aku pun tak berhak. Semoga lagunya disukai semua orang, seperti aku menyukai alunan lagu-lagu yang dulu sering kamu nyanyikan untuk ku dengan gitarmu pada saat malam hari sebagai pengantar tidurku yang indah, setelah melewati hari-hari dalam kegalauan yang tak pernah ada ujungnya. Dan saat kamu bilang aku galau, bermacam-macam panggilan yang kamu sebutkan untuk ku termasuk "Putri Galau" separah itukah kegalauan yang ku alami pada saat itu sehingga kamu memanggil dengan sebutan seperti itu. Selain panggilan Putri Galau, kamu juga sering panggil aku dengan sebutan "Tante". Tanpa disengaja aku pun memanggilmu dengan sebutan "Oom", sebagai nama panggilan untuk kamu ketika memanggilku Tante. Dan sering kali kamu menyebut dirimu sebagai "Pelabuhan rapuh", kamu juga sering meledek aku dengan judul lagu itu. Aku rapuh? Iya, tapi aku punya seorang yang selalu menguatkanku dari semua kerapuhan itu. Kamu tau siapa?. Itu kamu, iya kamu. Terima kasih banyak!
Saat ini aku lagi dengar suara kamu nyanyi lewat telpon dulu yang tak sengaja ku rekam. Ternyata sekarang itu bermanfaat setidaknya mengurangi rasa rindu ku ke kamu walau rekaman itu cuma berdurasi 01.17 detik aja.
Dan dari kejauhan aku selalu mendoakanmu, semoga selalu bahagia dan impian mu selama ini segera terwujud berkat kerja kerasmu bersama rekan dan saudaramu yang sejalan dengan impianmu itu.Aamiin
Dan terima kasih buat waktu dan usaha kamu dulu yang selalu membuatku tak merasa kesepian di tengah malam disaat yang lain sudah berada dimimpi indah mereka masing-masing. Tapi kamu rela menemani ku sampai mungkin kamu bosan dengan tingkahku. Terima kasih banyak!!
Kata-kata kamu selalu aku ingat "Tenang ada gua"
Buat kamu Teman diujung telpon.
Tamban, Minggu 01 Maret 2015
Selain ingin tau kabar kamu, aku juga ingin mendengar lagu ciptaanmu yang katanya sekarang sudah bisa didengar. Mana? Kenapa tak memperdengarkan impian (lagu) yang selama ini kamu bangga-banggakan ke aku saat kita berteman diujung telpon dulu?! Aku hanya ingin ikut mendengar, walau sekarang mungkin mendengar itu lagu aku pun tak berhak. Semoga lagunya disukai semua orang, seperti aku menyukai alunan lagu-lagu yang dulu sering kamu nyanyikan untuk ku dengan gitarmu pada saat malam hari sebagai pengantar tidurku yang indah, setelah melewati hari-hari dalam kegalauan yang tak pernah ada ujungnya. Dan saat kamu bilang aku galau, bermacam-macam panggilan yang kamu sebutkan untuk ku termasuk "Putri Galau" separah itukah kegalauan yang ku alami pada saat itu sehingga kamu memanggil dengan sebutan seperti itu. Selain panggilan Putri Galau, kamu juga sering panggil aku dengan sebutan "Tante". Tanpa disengaja aku pun memanggilmu dengan sebutan "Oom", sebagai nama panggilan untuk kamu ketika memanggilku Tante. Dan sering kali kamu menyebut dirimu sebagai "Pelabuhan rapuh", kamu juga sering meledek aku dengan judul lagu itu. Aku rapuh? Iya, tapi aku punya seorang yang selalu menguatkanku dari semua kerapuhan itu. Kamu tau siapa?. Itu kamu, iya kamu. Terima kasih banyak!
Saat ini aku lagi dengar suara kamu nyanyi lewat telpon dulu yang tak sengaja ku rekam. Ternyata sekarang itu bermanfaat setidaknya mengurangi rasa rindu ku ke kamu walau rekaman itu cuma berdurasi 01.17 detik aja.
Dan dari kejauhan aku selalu mendoakanmu, semoga selalu bahagia dan impian mu selama ini segera terwujud berkat kerja kerasmu bersama rekan dan saudaramu yang sejalan dengan impianmu itu.Aamiin
Dan terima kasih buat waktu dan usaha kamu dulu yang selalu membuatku tak merasa kesepian di tengah malam disaat yang lain sudah berada dimimpi indah mereka masing-masing. Tapi kamu rela menemani ku sampai mungkin kamu bosan dengan tingkahku. Terima kasih banyak!!
Kata-kata kamu selalu aku ingat "Tenang ada gua"
Buat kamu Teman diujung telpon.
Tamban, Minggu 01 Maret 2015
Senin, 23 Februari 2015
Sekilas tentang mereka
Tiba-tiba ingat mereka nihh... Bagaimana kabar kalian sekarang ya, semoga selalu dalam lindungan-NYA. Aamiin
Kalo lagi kaya gini pengen ingat mereka satu :) . . .
#Noor Huda! Orang nya putih, tinggi, kurus dulunya kalau sekarang udah berisi badannya (mungkin hampir gendut) mengenal dia cuma 2 minggu tapi bikin galau nya berminggu-minggu. Aku senang sama dia kalau lagi senyum, gileee manis kali :)). Dan kayanya dia sekarang sudah mempunyai istri, walau aku sendiri tak pernah melihat dia dengan istrinya. Bahagia selalu deh buat kamu.
#Jainur Rahman! Hhahaha... Selamat menempuh hidup baru, samara :))! Pesan buat dia jaga mamahnya dan jaga istrinya. Dia orang yang bertahun-tahun buat diri ku dilanda kesedihan. Padahal ini orang biasa aja.. Sekali lagi selamat menempuh hidup baru.
#Bakhtiar! Orangnya putih, baik, tidak tinggi, mungkin sama dengan ku tingginya, anak satu-satu nya dan terlalu anak mami menurutku sihh... Padahal dia baik, tapi kalo sama dia hati ku malah tak tenang :)). Semoga bahagia dengan pasangannya sekarang.
#Fendi! Ini orang enaknya dijadikan kakak aja
#Dhani! Mungkin dulu hilaf
#Aau! Sama mungkin hilaf
#Assad! Aku nyesel kehilangan lu :D
#Andre! Hhaha...Semoga dapat pencerahan
Dimana pun kalian sekarang berada, semoga selalu bahagia dengan pasangannya masing-masing. Ditunggu undangannya untuk kalian yang belum nikah.
Tamban, Senin 23 Februari 2015
Kalo lagi kaya gini pengen ingat mereka satu :) . . .
#Noor Huda! Orang nya putih, tinggi, kurus dulunya kalau sekarang udah berisi badannya (mungkin hampir gendut) mengenal dia cuma 2 minggu tapi bikin galau nya berminggu-minggu. Aku senang sama dia kalau lagi senyum, gileee manis kali :)). Dan kayanya dia sekarang sudah mempunyai istri, walau aku sendiri tak pernah melihat dia dengan istrinya. Bahagia selalu deh buat kamu.
#Jainur Rahman! Hhahaha... Selamat menempuh hidup baru, samara :))! Pesan buat dia jaga mamahnya dan jaga istrinya. Dia orang yang bertahun-tahun buat diri ku dilanda kesedihan. Padahal ini orang biasa aja.. Sekali lagi selamat menempuh hidup baru.
#Bakhtiar! Orangnya putih, baik, tidak tinggi, mungkin sama dengan ku tingginya, anak satu-satu nya dan terlalu anak mami menurutku sihh... Padahal dia baik, tapi kalo sama dia hati ku malah tak tenang :)). Semoga bahagia dengan pasangannya sekarang.
#Fendi! Ini orang enaknya dijadikan kakak aja
#Dhani! Mungkin dulu hilaf
#Aau! Sama mungkin hilaf
#Assad! Aku nyesel kehilangan lu :D
#Andre! Hhaha...Semoga dapat pencerahan
Dimana pun kalian sekarang berada, semoga selalu bahagia dengan pasangannya masing-masing. Ditunggu undangannya untuk kalian yang belum nikah.
Tamban, Senin 23 Februari 2015
Minggu, 15 Februari 2015
Selamat menempuh hidup baru Mantan
Minggu, 15 Februari 2015 seseorang yang dulu pernah mengisi hati dan kehidupan menikah dengan wanita idamannya, mungkin wanita impiannya.
Selamat menempuh hidup baru Mantan, semoga sakinah mawadah warahmah. Dan berharap aku cepat nyusul!!hhii *ingatJomblo -_-
Dari senin sampai sabtu, aku selalu berharap cepat berlalu. Iya berlalu hari *minggu maksudnya, semuanya seakan menakutkan. Tapi ternyata aku mampu melewatinya dengan senyum sedikit menyedihkan. Dan seakan semuanya ingin tahu, apakah aku menghadiri pesta petkawinannya. Dengan tegas aku menjawab pertanyaan itu, "tidak" bukan karena aku masih sayang. Tapi, aku hanya berlaku adil pada hati dan perasaanku saja.
Akhirnya semuanya sudah berlalu, sekali lagi selamat menempuh hidup baru mantan :)
#Tamban Senin, 15 Februari 2015
Selamat menempuh hidup baru Mantan, semoga sakinah mawadah warahmah. Dan berharap aku cepat nyusul!!hhii *ingatJomblo -_-
Dari senin sampai sabtu, aku selalu berharap cepat berlalu. Iya berlalu hari *minggu maksudnya, semuanya seakan menakutkan. Tapi ternyata aku mampu melewatinya dengan senyum sedikit menyedihkan. Dan seakan semuanya ingin tahu, apakah aku menghadiri pesta petkawinannya. Dengan tegas aku menjawab pertanyaan itu, "tidak" bukan karena aku masih sayang. Tapi, aku hanya berlaku adil pada hati dan perasaanku saja.
Akhirnya semuanya sudah berlalu, sekali lagi selamat menempuh hidup baru mantan :)
#Tamban Senin, 15 Februari 2015
Minggu, 08 Februari 2015
Kalut
Temani aku... Hibur aku... Ajarkan aku cara menyayangi... Bantu aku melupakan kenyataan pahit ini...
Bahagiakan aku dengan cara mu
Ya Rabb... Ingin rasanya diri ini berteriak sekencang-kencangnya, biar mereka semua tahu bagaimana keadaan ku sebenarnya. Aku kesepian, aku kesunyian, aku merasa hampa. Aku lelah dengan semua ini, hati ku sakit... Tolong aku, bantu aku. Apa yang harus aku lakukan? Apa?
Bahagiakan aku dengan cara mu
Ya Rabb... Ingin rasanya diri ini berteriak sekencang-kencangnya, biar mereka semua tahu bagaimana keadaan ku sebenarnya. Aku kesepian, aku kesunyian, aku merasa hampa. Aku lelah dengan semua ini, hati ku sakit... Tolong aku, bantu aku. Apa yang harus aku lakukan? Apa?
Jumat, 06 Februari 2015
Selamat berbahagia mantan terindah
Selamat menempuh hidup baru... Semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah.
Wahhh jadi juga ya nikahnya, selamat deh! Jujur aku sama sekali tidak mengharapkan kabar ini, Tapi ada aja yang bermaksud menyadarkan ku. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba Bm masuk. "Oh, dari Mamah Hafiz gumamku. Ngirim foto ternyata, foto siapa ya.. Ketika aku melihat foto itu, aku sama sekali tak mengenal wanita ini, sosok yang cantik menggunakan gaun putih dengan kerudung yang dipadukan dengan sedikit warna ungu. Sepertinya ini orang mau nikah, iya nikah. Ku balas bm dari Mamah Hafiz dan berusaha masih dalam keadaan tenang. "Siapa?, beberapa detik kemudian bm balasannya masuk. "Tebak aja siapa.. Jujur hati ini sudah mulai tak tenang, dengan cepatnya ku balas. Bini Jainur? Dibalasnya iya...
Ya Rabb... Ini kah rasa sakitnya! Rasanya hati ini sudah tak karuan lagi. Butir-butir air mata pun mulai mengalir melewati pipi, memecahkan kesunyian malam, apa ini Ya Rabb... Ini lah malam pertama dan juga terakhir untuk menangis meluapkan semua perasaan yang ada dihati ini.
Malam ini semuanya seakan-akan mentertawakan air mata ini yang mengalir tanpa bisa ku bendung lagi. Buat apa kau menangis? Heii itu jalannya, ini alurnya. Hati kecil seakan berbicara pada diri yang telah dirundung sedih malam ini. Ucapan sabar dari teman-teman mentertawakan diri ini, mungkin mereka bermaksud menguatkan ku. kuatkan Sanah, kuatkan Sanah!
Alangkah beruntungnya aku memiliki teman seperti mereka yang terkecuali Mamah Hafiz malam ini. Apa salah ku? Apa?! Rasanya hati ini sudah tak sanggup menanggungnya sendiri. Saat ini hanya do'a lah yang bisa menenangkanku. Yaa Rabb kuatkan aku dalam menghadapi ini semua dan sadarkan aku, inilah takdirMu untuk ku. Kuatkan aku
Selamat menempuh hidup baru Jainur Rahman, semoga bahagia selalu dan aku pun begitu Aamiin.
Tamban, Sabtu 07 Februari 2015
Wahhh jadi juga ya nikahnya, selamat deh! Jujur aku sama sekali tidak mengharapkan kabar ini, Tapi ada aja yang bermaksud menyadarkan ku. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba Bm masuk. "Oh, dari Mamah Hafiz gumamku. Ngirim foto ternyata, foto siapa ya.. Ketika aku melihat foto itu, aku sama sekali tak mengenal wanita ini, sosok yang cantik menggunakan gaun putih dengan kerudung yang dipadukan dengan sedikit warna ungu. Sepertinya ini orang mau nikah, iya nikah. Ku balas bm dari Mamah Hafiz dan berusaha masih dalam keadaan tenang. "Siapa?, beberapa detik kemudian bm balasannya masuk. "Tebak aja siapa.. Jujur hati ini sudah mulai tak tenang, dengan cepatnya ku balas. Bini Jainur? Dibalasnya iya...
Ya Rabb... Ini kah rasa sakitnya! Rasanya hati ini sudah tak karuan lagi. Butir-butir air mata pun mulai mengalir melewati pipi, memecahkan kesunyian malam, apa ini Ya Rabb... Ini lah malam pertama dan juga terakhir untuk menangis meluapkan semua perasaan yang ada dihati ini.
Malam ini semuanya seakan-akan mentertawakan air mata ini yang mengalir tanpa bisa ku bendung lagi. Buat apa kau menangis? Heii itu jalannya, ini alurnya. Hati kecil seakan berbicara pada diri yang telah dirundung sedih malam ini. Ucapan sabar dari teman-teman mentertawakan diri ini, mungkin mereka bermaksud menguatkan ku. kuatkan Sanah, kuatkan Sanah!
Alangkah beruntungnya aku memiliki teman seperti mereka yang terkecuali Mamah Hafiz malam ini. Apa salah ku? Apa?! Rasanya hati ini sudah tak sanggup menanggungnya sendiri. Saat ini hanya do'a lah yang bisa menenangkanku. Yaa Rabb kuatkan aku dalam menghadapi ini semua dan sadarkan aku, inilah takdirMu untuk ku. Kuatkan aku
Selamat menempuh hidup baru Jainur Rahman, semoga bahagia selalu dan aku pun begitu Aamiin.
Tamban, Sabtu 07 Februari 2015
Melepas Kenangan 2 Tahun Silam
Tiba-tiba ingat semua...
2 tahun... Iya 2 tahun waktu yang sudah cukup lama, kalau itu diibaratkan luka luar mungkin sedah sembuh bahkan tidak ada bekasnya lagi. Tapi, ini masalah hati, masalah perasaan. Secara sederhana semuanya kembali terkenang, dan nyatanya mana mungkin semua yang telah terjadi di 2 tahun silam dapat dilupakan begitu saja, seakan tidak ada kebahagiaan disana.
Disaat diri ini sayang-sayangnya ditinggalkan begitu saja. Saat rasa percaya muncul kembali dihianati begitu saja. Saat kebahagiaan yang dirasa diri cukup gembira namun nyatanya diri ini dikecewakan begitu saja. Apa salah mempertahankan semuanya, saat cobaan kecil menghadang.
Pada saat itu, hati siapa yang tiak sakit, hati siapa yang tak gundah dibuatnya?. Kata mereka, "Itulah cara ALLAH memberi tahu diri ini untuk tidak mengulang kesalahan dalam menjatuhkan rasa sayang, setia dan percaya kepada orang yang tidak tepat".
Sekarang... Semua sudah berlalu, semua sudah mampu dilewati dan harus mampu melewatinya lagi dan lagi. Walau semuanya dilalui dengan berbagai macam keadaan. Dan diri ini pun tidak munafik untuk mangakui, ketika mereka diluar sana menyebut namanya. Diri ini masih merasa ada perasaan sayang walau rasa sakit dikecewakan masih juga terasa. Keduanya seakan sama dan sulit untuk membedakan rasa sayang dan rasa kecewa.
Minggu, 04 November 2012. 19:25 wita. Itulah saat dimana diri ini sudah tak berarti lagi dimatanya. Semua sudah tidak ada artinya lagi, semua sudah terlupakannya dari hal sederhana sampai hal luar biasa. Tapi tidak dengan diri ini yang selalu mengingat semuanya, iya semua yang terjadi dari hal yang membuat hati ini tak mampu melupakan kenangan indah itu hingga keadaan dimana diri ini menyesal telah mengenalnya.
Selamat tinggal kenangan!
Selamat tinggal masa lalu!
Selamat tinggal mereka-mereka yang mendukung kita dulu!
Selamat tinggal keluarganya! Jaga selalu Mama mu
Dan selamat datang hari-hari dimana diri ini mampu melewati semuanya.
Tamban, Minggu 01 Februari 2015
2 tahun... Iya 2 tahun waktu yang sudah cukup lama, kalau itu diibaratkan luka luar mungkin sedah sembuh bahkan tidak ada bekasnya lagi. Tapi, ini masalah hati, masalah perasaan. Secara sederhana semuanya kembali terkenang, dan nyatanya mana mungkin semua yang telah terjadi di 2 tahun silam dapat dilupakan begitu saja, seakan tidak ada kebahagiaan disana.
Disaat diri ini sayang-sayangnya ditinggalkan begitu saja. Saat rasa percaya muncul kembali dihianati begitu saja. Saat kebahagiaan yang dirasa diri cukup gembira namun nyatanya diri ini dikecewakan begitu saja. Apa salah mempertahankan semuanya, saat cobaan kecil menghadang.
Pada saat itu, hati siapa yang tiak sakit, hati siapa yang tak gundah dibuatnya?. Kata mereka, "Itulah cara ALLAH memberi tahu diri ini untuk tidak mengulang kesalahan dalam menjatuhkan rasa sayang, setia dan percaya kepada orang yang tidak tepat".
Sekarang... Semua sudah berlalu, semua sudah mampu dilewati dan harus mampu melewatinya lagi dan lagi. Walau semuanya dilalui dengan berbagai macam keadaan. Dan diri ini pun tidak munafik untuk mangakui, ketika mereka diluar sana menyebut namanya. Diri ini masih merasa ada perasaan sayang walau rasa sakit dikecewakan masih juga terasa. Keduanya seakan sama dan sulit untuk membedakan rasa sayang dan rasa kecewa.
Minggu, 04 November 2012. 19:25 wita. Itulah saat dimana diri ini sudah tak berarti lagi dimatanya. Semua sudah tidak ada artinya lagi, semua sudah terlupakannya dari hal sederhana sampai hal luar biasa. Tapi tidak dengan diri ini yang selalu mengingat semuanya, iya semua yang terjadi dari hal yang membuat hati ini tak mampu melupakan kenangan indah itu hingga keadaan dimana diri ini menyesal telah mengenalnya.
Selamat tinggal kenangan!
Selamat tinggal masa lalu!
Selamat tinggal mereka-mereka yang mendukung kita dulu!
Selamat tinggal keluarganya! Jaga selalu Mama mu
Dan selamat datang hari-hari dimana diri ini mampu melewati semuanya.
Tamban, Minggu 01 Februari 2015
Ini terakhir merindukannya
Selasa, Tamban 02 Februari 2015
Malam yang indah, ditemani tetesan air hujan yang membasahi bumi (Tamban) diluar sana. Seakan-akan tetesan hujan mengetahui apa yang sedang dirasakan diri ini sekarang, bukan kebahagiaan yang tergambar dan bukan pula rasa sedih. Diri ini pun tak dapat menggambarkan apa yang sedang dirasa, semuanya terasa sederhana. Sesederhana usaha diri ini untuk menikmati dan melalui kenyataan yang ada dan berusaha membahagiakan diri dengan berbagai cara yang sudah dilakukan walau semuanya terasa sia-sia.
Tahun, bulan dan hari sudah dilewati dengan keadaan diri yang selalu merasa ada yang kurang pada diri saat ini. Apa yang kurang? Apa... Semuanya sudah tahu dan diri ini pun sudah tahu apa itu, tapi apa yang harus dilakukan? Dan rasanya sudah berbagai cara yang dilakukan juga untuk menutupi kekosongan ini. Pada kenyataannya diri ini hanya bertemankan sepi untuk melalui semuanya. Sering kali hati ini bertanya-tanya, sampai kapan seperti ini, dan kapan berubahnya keadaan ini. Diri ini sudah lelah, tidak kuat lagi rasanya untuk melalui semuanya sendiri, disaat yang lain berbahagia dengan dunia mereka yang sepertinya menyenangkan. Bolehkah diri ini iri Ya Rabb? Maafkan hati ini selalu meminta ingin seperti mereka diluar sana. Diri ini selalu berharap secepatnya keadaan ini berubah sesuai yang diharapkan selama ini.
Malam... Cepatlah berlalu, Siang... Cepatlah berlalu, sampai diri ini menemukan kebahagiaan yang dirindukan selama ini -_-!
Dan kalau kebahagiaan itu sudah datang, perlambatlah datangnya siang serta perlambatlah datangnya malam. Biarkan diri ini bahagia lebih dari yang lain, disaat yang lain sudah lebih dulu merasakan kebahagiaan itu. Malam yang semakin larut, titip kehangatan buat mereka-mereka yang diri ini sayang dari kejauhan. Lindungi mereka Ya Rabb, kasihi mereka Ya Rabb dan bahagiakan mereka selalu Ya Rabb
Malam yang indah, ditemani tetesan air hujan yang membasahi bumi (Tamban) diluar sana. Seakan-akan tetesan hujan mengetahui apa yang sedang dirasakan diri ini sekarang, bukan kebahagiaan yang tergambar dan bukan pula rasa sedih. Diri ini pun tak dapat menggambarkan apa yang sedang dirasa, semuanya terasa sederhana. Sesederhana usaha diri ini untuk menikmati dan melalui kenyataan yang ada dan berusaha membahagiakan diri dengan berbagai cara yang sudah dilakukan walau semuanya terasa sia-sia.
Tahun, bulan dan hari sudah dilewati dengan keadaan diri yang selalu merasa ada yang kurang pada diri saat ini. Apa yang kurang? Apa... Semuanya sudah tahu dan diri ini pun sudah tahu apa itu, tapi apa yang harus dilakukan? Dan rasanya sudah berbagai cara yang dilakukan juga untuk menutupi kekosongan ini. Pada kenyataannya diri ini hanya bertemankan sepi untuk melalui semuanya. Sering kali hati ini bertanya-tanya, sampai kapan seperti ini, dan kapan berubahnya keadaan ini. Diri ini sudah lelah, tidak kuat lagi rasanya untuk melalui semuanya sendiri, disaat yang lain berbahagia dengan dunia mereka yang sepertinya menyenangkan. Bolehkah diri ini iri Ya Rabb? Maafkan hati ini selalu meminta ingin seperti mereka diluar sana. Diri ini selalu berharap secepatnya keadaan ini berubah sesuai yang diharapkan selama ini.
Malam... Cepatlah berlalu, Siang... Cepatlah berlalu, sampai diri ini menemukan kebahagiaan yang dirindukan selama ini -_-!
Dan kalau kebahagiaan itu sudah datang, perlambatlah datangnya siang serta perlambatlah datangnya malam. Biarkan diri ini bahagia lebih dari yang lain, disaat yang lain sudah lebih dulu merasakan kebahagiaan itu. Malam yang semakin larut, titip kehangatan buat mereka-mereka yang diri ini sayang dari kejauhan. Lindungi mereka Ya Rabb, kasihi mereka Ya Rabb dan bahagiakan mereka selalu Ya Rabb
Langganan:
Komentar (Atom)