Akhir-akhir ini lagi ingat sama teman yang selalu berusaha ada buatku, yang selalu menghibur ku lewat telpon dimalam harinya dan telinga yang selalu mendengarkan semua hal dariku yang biasa aja sampai hal yang tidak penting. Heyy... Kamu? Iya, kamu. Bagaimana kabar kamu sekarang?, Aku kangen kamu! Rasanya pengen banget aku bilang seperti itu ke kamu. Tapi, sekarang rasanya sudah tak mungkin lagi. Aku bukan teman kamu seperti dulu lagi, aku bukan orang yang kamu anggap spesial seperti dulu "mungkin". Saat ini kamu sudah berada di keadaan yang lebih baik dari sesudah kenal dan berteman dengan ku, iyakan? Pasti iya.
Selain ingin tau kabar kamu, aku juga ingin mendengar lagu ciptaanmu yang katanya sekarang sudah bisa didengar. Mana? Kenapa tak memperdengarkan impian (lagu) yang selama ini kamu bangga-banggakan ke aku saat kita berteman diujung telpon dulu?! Aku hanya ingin ikut mendengar, walau sekarang mungkin mendengar itu lagu aku pun tak berhak. Semoga lagunya disukai semua orang, seperti aku menyukai alunan lagu-lagu yang dulu sering kamu nyanyikan untuk ku dengan gitarmu pada saat malam hari sebagai pengantar tidurku yang indah, setelah melewati hari-hari dalam kegalauan yang tak pernah ada ujungnya. Dan saat kamu bilang aku galau, bermacam-macam panggilan yang kamu sebutkan untuk ku termasuk "Putri Galau" separah itukah kegalauan yang ku alami pada saat itu sehingga kamu memanggil dengan sebutan seperti itu. Selain panggilan Putri Galau, kamu juga sering panggil aku dengan sebutan "Tante". Tanpa disengaja aku pun memanggilmu dengan sebutan "Oom", sebagai nama panggilan untuk kamu ketika memanggilku Tante. Dan sering kali kamu menyebut dirimu sebagai "Pelabuhan rapuh", kamu juga sering meledek aku dengan judul lagu itu. Aku rapuh? Iya, tapi aku punya seorang yang selalu menguatkanku dari semua kerapuhan itu. Kamu tau siapa?. Itu kamu, iya kamu. Terima kasih banyak!
Saat ini aku lagi dengar suara kamu nyanyi lewat telpon dulu yang tak sengaja ku rekam. Ternyata sekarang itu bermanfaat setidaknya mengurangi rasa rindu ku ke kamu walau rekaman itu cuma berdurasi 01.17 detik aja.
Dan dari kejauhan aku selalu mendoakanmu, semoga selalu bahagia dan impian mu selama ini segera terwujud berkat kerja kerasmu bersama rekan dan saudaramu yang sejalan dengan impianmu itu.Aamiin
Dan terima kasih buat waktu dan usaha kamu dulu yang selalu membuatku tak merasa kesepian di tengah malam disaat yang lain sudah berada dimimpi indah mereka masing-masing. Tapi kamu rela menemani ku sampai mungkin kamu bosan dengan tingkahku. Terima kasih banyak!!
Kata-kata kamu selalu aku ingat "Tenang ada gua"
Buat kamu Teman diujung telpon.
Tamban, Minggu 01 Maret 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar