Selasa, Tamban 02 Februari 2015
Malam yang indah, ditemani tetesan air hujan yang membasahi bumi (Tamban) diluar sana. Seakan-akan tetesan hujan mengetahui apa yang sedang dirasakan diri ini sekarang, bukan kebahagiaan yang tergambar dan bukan pula rasa sedih. Diri ini pun tak dapat menggambarkan apa yang sedang dirasa, semuanya terasa sederhana. Sesederhana usaha diri ini untuk menikmati dan melalui kenyataan yang ada dan berusaha membahagiakan diri dengan berbagai cara yang sudah dilakukan walau semuanya terasa sia-sia.
Tahun, bulan dan hari sudah dilewati dengan keadaan diri yang selalu merasa ada yang kurang pada diri saat ini. Apa yang kurang? Apa... Semuanya sudah tahu dan diri ini pun sudah tahu apa itu, tapi apa yang harus dilakukan? Dan rasanya sudah berbagai cara yang dilakukan juga untuk menutupi kekosongan ini. Pada kenyataannya diri ini hanya bertemankan sepi untuk melalui semuanya. Sering kali hati ini bertanya-tanya, sampai kapan seperti ini, dan kapan berubahnya keadaan ini. Diri ini sudah lelah, tidak kuat lagi rasanya untuk melalui semuanya sendiri, disaat yang lain berbahagia dengan dunia mereka yang sepertinya menyenangkan. Bolehkah diri ini iri Ya Rabb? Maafkan hati ini selalu meminta ingin seperti mereka diluar sana. Diri ini selalu berharap secepatnya keadaan ini berubah sesuai yang diharapkan selama ini.
Malam... Cepatlah berlalu, Siang... Cepatlah berlalu, sampai diri ini menemukan kebahagiaan yang dirindukan selama ini -_-!
Dan kalau kebahagiaan itu sudah datang, perlambatlah datangnya siang serta perlambatlah datangnya malam. Biarkan diri ini bahagia lebih dari yang lain, disaat yang lain sudah lebih dulu merasakan kebahagiaan itu. Malam yang semakin larut, titip kehangatan buat mereka-mereka yang diri ini sayang dari kejauhan. Lindungi mereka Ya Rabb, kasihi mereka Ya Rabb dan bahagiakan mereka selalu Ya Rabb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar