Sabtu, 28 Februari 2015

Teman diujung telpon

Akhir-akhir ini lagi ingat sama teman yang selalu berusaha ada buatku, yang selalu menghibur ku lewat telpon dimalam harinya dan telinga yang selalu mendengarkan semua hal dariku yang biasa aja sampai hal yang tidak penting. Heyy... Kamu? Iya, kamu. Bagaimana kabar kamu sekarang?, Aku kangen kamu! Rasanya pengen banget aku bilang seperti itu ke kamu. Tapi, sekarang rasanya sudah tak mungkin lagi. Aku bukan teman kamu seperti dulu lagi, aku bukan orang yang kamu anggap spesial seperti dulu "mungkin".  Saat ini kamu sudah berada di keadaan yang lebih baik dari sesudah kenal dan berteman dengan ku, iyakan? Pasti iya.

Selain ingin tau kabar kamu, aku juga ingin mendengar lagu ciptaanmu yang katanya sekarang sudah bisa didengar. Mana? Kenapa tak memperdengarkan impian (lagu) yang selama ini kamu bangga-banggakan ke aku saat kita berteman diujung telpon dulu?! Aku hanya ingin ikut mendengar, walau sekarang mungkin mendengar itu lagu aku pun tak berhak. Semoga lagunya disukai semua orang, seperti aku menyukai alunan lagu-lagu yang dulu sering kamu nyanyikan untuk ku dengan gitarmu pada saat malam hari sebagai pengantar tidurku yang indah, setelah melewati hari-hari dalam kegalauan yang tak pernah ada ujungnya. Dan saat kamu bilang aku galau, bermacam-macam panggilan yang kamu sebutkan untuk ku termasuk "Putri Galau" separah itukah kegalauan yang ku alami pada saat itu sehingga kamu memanggil dengan sebutan seperti itu. Selain panggilan Putri Galau, kamu juga sering panggil aku dengan sebutan "Tante". Tanpa disengaja aku pun memanggilmu dengan sebutan "Oom", sebagai nama panggilan untuk kamu ketika memanggilku Tante. Dan sering kali kamu menyebut dirimu sebagai "Pelabuhan rapuh", kamu juga sering meledek aku dengan judul lagu itu. Aku rapuh? Iya, tapi aku punya seorang yang selalu menguatkanku dari semua kerapuhan itu. Kamu tau siapa?. Itu kamu, iya kamu. Terima kasih banyak!
Saat ini aku lagi dengar suara kamu nyanyi lewat telpon dulu yang tak sengaja ku rekam. Ternyata sekarang itu bermanfaat setidaknya mengurangi rasa rindu ku ke kamu walau rekaman itu cuma berdurasi 01.17 detik aja.


Dan dari kejauhan aku selalu mendoakanmu, semoga selalu bahagia dan impian mu selama ini segera terwujud berkat kerja kerasmu bersama rekan dan saudaramu yang sejalan dengan impianmu itu.Aamiin
Dan terima kasih buat waktu dan usaha kamu dulu yang selalu membuatku tak merasa kesepian di tengah malam disaat yang lain sudah berada dimimpi indah mereka masing-masing. Tapi kamu rela menemani ku sampai mungkin kamu bosan dengan tingkahku. Terima kasih banyak!!

Kata-kata kamu selalu aku ingat "Tenang ada gua"

Buat kamu Teman diujung telpon.

Tamban, Minggu 01 Maret 2015

Senin, 23 Februari 2015

Sekilas tentang mereka

Tiba-tiba ingat mereka nihh... Bagaimana kabar kalian sekarang ya, semoga selalu dalam lindungan-NYA. Aamiin
Kalo lagi kaya gini pengen ingat mereka satu :) . . .
#Noor Huda! Orang nya putih, tinggi, kurus dulunya kalau sekarang udah berisi badannya (mungkin hampir gendut) mengenal dia cuma 2 minggu tapi bikin galau nya berminggu-minggu. Aku senang sama dia kalau lagi senyum, gileee manis kali :)). Dan kayanya dia sekarang sudah mempunyai istri, walau aku sendiri tak pernah melihat dia dengan istrinya. Bahagia selalu deh buat kamu.

#Jainur Rahman! Hhahaha... Selamat menempuh hidup baru, samara :))! Pesan buat dia jaga mamahnya dan jaga istrinya. Dia orang yang bertahun-tahun buat diri ku dilanda kesedihan. Padahal ini orang biasa aja.. Sekali lagi selamat menempuh hidup baru.

#Bakhtiar! Orangnya putih, baik, tidak tinggi, mungkin sama dengan ku tingginya, anak satu-satu nya dan terlalu anak mami menurutku sihh... Padahal dia baik, tapi kalo sama dia hati ku malah tak tenang :)). Semoga bahagia dengan pasangannya sekarang.

#Fendi! Ini orang enaknya dijadikan kakak aja
#Dhani! Mungkin dulu hilaf
#Aau! Sama mungkin hilaf
#Assad! Aku nyesel kehilangan lu :D
#Andre! Hhaha...Semoga dapat pencerahan


Dimana pun kalian sekarang berada, semoga selalu bahagia dengan pasangannya masing-masing. Ditunggu undangannya untuk kalian yang belum nikah.




Tamban, Senin 23 Februari 2015



Minggu, 15 Februari 2015

Selamat menempuh hidup baru Mantan

Minggu, 15 Februari 2015 seseorang yang dulu pernah mengisi hati dan kehidupan menikah dengan wanita idamannya, mungkin wanita impiannya.
Selamat menempuh hidup baru Mantan, semoga sakinah mawadah warahmah. Dan berharap aku cepat nyusul!!hhii *ingatJomblo -_-

Dari senin sampai sabtu, aku selalu berharap cepat berlalu. Iya berlalu hari *minggu maksudnya, semuanya seakan menakutkan. Tapi ternyata aku mampu melewatinya dengan senyum sedikit menyedihkan. Dan seakan semuanya ingin tahu, apakah aku menghadiri pesta petkawinannya. Dengan tegas aku menjawab pertanyaan itu, "tidak" bukan karena aku masih sayang. Tapi, aku hanya berlaku adil pada hati dan perasaanku saja.

Akhirnya semuanya sudah berlalu, sekali lagi selamat menempuh hidup baru mantan :)

#Tamban Senin, 15 Februari 2015

Minggu, 08 Februari 2015

Kalut

Temani aku... Hibur aku... Ajarkan aku cara menyayangi... Bantu aku melupakan kenyataan pahit ini...
Bahagiakan aku dengan cara mu

Ya Rabb... Ingin rasanya diri ini berteriak sekencang-kencangnya, biar mereka semua tahu bagaimana keadaan ku sebenarnya. Aku kesepian, aku kesunyian, aku merasa hampa. Aku lelah dengan semua ini, hati ku sakit... Tolong aku, bantu aku. Apa yang harus aku lakukan? Apa?

Jumat, 06 Februari 2015

Selamat berbahagia mantan terindah

Selamat menempuh hidup baru... Semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah.

Wahhh jadi juga ya nikahnya, selamat deh! Jujur aku sama sekali tidak mengharapkan kabar ini, Tapi ada aja yang bermaksud menyadarkan ku. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba Bm masuk. "Oh, dari Mamah Hafiz gumamku. Ngirim foto ternyata, foto siapa ya.. Ketika aku melihat foto itu, aku sama sekali tak mengenal wanita ini,  sosok yang cantik menggunakan gaun putih dengan kerudung yang dipadukan dengan sedikit warna ungu. Sepertinya ini orang mau nikah, iya nikah. Ku balas bm dari Mamah Hafiz  dan berusaha masih dalam keadaan tenang. "Siapa?, beberapa detik kemudian bm balasannya masuk. "Tebak aja siapa.. Jujur hati ini sudah mulai tak tenang, dengan cepatnya ku balas. Bini Jainur? Dibalasnya iya...
Ya Rabb... Ini kah rasa sakitnya! Rasanya hati ini sudah tak karuan lagi. Butir-butir air mata pun mulai mengalir melewati pipi, memecahkan kesunyian malam, apa ini Ya Rabb... Ini lah malam pertama dan juga terakhir untuk menangis meluapkan semua perasaan yang ada dihati ini.

Malam ini semuanya seakan-akan mentertawakan air mata ini yang mengalir tanpa bisa ku bendung lagi. Buat apa kau menangis? Heii itu jalannya, ini alurnya. Hati kecil seakan berbicara pada diri yang telah dirundung sedih malam ini. Ucapan sabar dari teman-teman mentertawakan diri ini, mungkin mereka bermaksud menguatkan ku. kuatkan Sanah, kuatkan Sanah!

Alangkah beruntungnya aku memiliki teman seperti mereka yang terkecuali Mamah Hafiz malam ini. Apa salah ku? Apa?! Rasanya hati ini sudah tak sanggup menanggungnya sendiri. Saat ini hanya do'a lah yang bisa menenangkanku. Yaa Rabb kuatkan aku dalam menghadapi ini semua dan sadarkan aku, inilah takdirMu untuk ku. Kuatkan aku

Selamat menempuh hidup baru Jainur Rahman, semoga bahagia selalu dan aku pun begitu Aamiin.

Tamban, Sabtu 07 Februari 2015

Melepas Kenangan 2 Tahun Silam

Tiba-tiba ingat semua...
2 tahun... Iya 2 tahun waktu yang sudah cukup lama, kalau itu diibaratkan luka luar mungkin sedah sembuh bahkan tidak ada bekasnya lagi. Tapi, ini masalah hati, masalah perasaan. Secara sederhana semuanya kembali terkenang, dan nyatanya mana mungkin semua yang telah terjadi di 2 tahun silam dapat dilupakan begitu saja, seakan tidak ada kebahagiaan disana.
Disaat diri ini sayang-sayangnya ditinggalkan begitu saja. Saat rasa percaya muncul kembali dihianati begitu saja. Saat kebahagiaan yang dirasa diri cukup gembira namun nyatanya diri ini dikecewakan begitu saja. Apa salah mempertahankan semuanya, saat cobaan kecil menghadang.
Pada saat itu, hati siapa yang tiak sakit, hati siapa yang tak gundah dibuatnya?. Kata mereka, "Itulah cara ALLAH memberi tahu diri ini untuk tidak mengulang kesalahan dalam menjatuhkan rasa sayang, setia dan percaya kepada orang yang tidak tepat".

Sekarang... Semua sudah berlalu, semua sudah mampu dilewati dan harus mampu melewatinya lagi dan lagi. Walau semuanya dilalui dengan berbagai macam keadaan. Dan diri ini pun tidak munafik untuk mangakui, ketika mereka diluar sana menyebut namanya. Diri ini masih merasa ada perasaan sayang walau rasa sakit dikecewakan masih juga terasa. Keduanya seakan sama dan sulit untuk membedakan rasa sayang dan rasa kecewa.

Minggu, 04 November 2012. 19:25 wita. Itulah saat dimana diri ini sudah tak berarti lagi dimatanya. Semua sudah tidak ada artinya lagi, semua sudah terlupakannya dari hal sederhana sampai hal luar biasa. Tapi tidak dengan diri ini yang selalu mengingat semuanya, iya semua yang terjadi dari hal yang membuat hati ini tak mampu melupakan kenangan indah itu hingga keadaan dimana diri ini menyesal telah mengenalnya.
Selamat tinggal kenangan!
Selamat tinggal masa lalu!
Selamat tinggal mereka-mereka yang mendukung kita dulu!
Selamat tinggal keluarganya! Jaga selalu Mama mu

Dan selamat datang hari-hari dimana diri ini mampu melewati semuanya.


Tamban, Minggu 01 Februari 2015

Ini terakhir merindukannya

Selasa, Tamban 02 Februari 2015

Malam yang indah, ditemani tetesan air hujan yang membasahi bumi (Tamban) diluar sana. Seakan-akan tetesan hujan mengetahui apa yang sedang dirasakan diri ini sekarang, bukan kebahagiaan yang tergambar dan bukan pula rasa sedih. Diri ini pun tak dapat menggambarkan  apa yang sedang dirasa, semuanya terasa sederhana. Sesederhana usaha diri ini untuk menikmati dan melalui kenyataan yang ada dan berusaha membahagiakan diri dengan berbagai cara yang sudah dilakukan walau semuanya terasa sia-sia.

Tahun, bulan dan hari sudah dilewati dengan keadaan diri yang selalu merasa ada yang kurang pada diri saat ini. Apa yang kurang? Apa... Semuanya sudah tahu dan diri ini pun sudah tahu apa itu, tapi apa yang harus dilakukan? Dan rasanya sudah berbagai cara yang dilakukan juga untuk menutupi kekosongan ini. Pada kenyataannya diri ini hanya bertemankan sepi untuk melalui semuanya. Sering kali hati ini bertanya-tanya, sampai kapan seperti ini, dan kapan berubahnya keadaan ini. Diri ini sudah lelah, tidak kuat lagi rasanya untuk melalui semuanya sendiri, disaat yang lain berbahagia dengan dunia mereka yang sepertinya menyenangkan. Bolehkah diri ini iri Ya Rabb? Maafkan hati ini selalu meminta ingin seperti mereka diluar sana. Diri ini selalu berharap secepatnya keadaan ini berubah sesuai yang diharapkan selama ini.

Malam... Cepatlah berlalu, Siang... Cepatlah berlalu, sampai diri ini menemukan kebahagiaan yang dirindukan selama ini -_-!
Dan kalau kebahagiaan itu sudah datang, perlambatlah datangnya siang serta perlambatlah datangnya malam. Biarkan diri ini bahagia lebih dari yang lain, disaat yang lain sudah lebih dulu merasakan kebahagiaan itu. Malam yang semakin larut, titip kehangatan buat mereka-mereka yang diri ini sayang dari kejauhan. Lindungi mereka Ya Rabb, kasihi mereka Ya Rabb dan bahagiakan mereka selalu Ya Rabb